Ditjen Politik dan PUM Kemendagri Dorong Sinergitas dalam Penguatan Nilai Sejarah Kebangsaan di Daerah
Sumber Gambar :Direktorat Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Politik dan PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui Direktorat Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan menggelar kegiatan Forum Penguatan Nilai Sejarah Kebangsaan dengan tema ”Tanamkan Rasa Nasionalisme melalui Penguatan Nilai Sejarah Kebangsaan”. Kegiatan ini dilaksanakan di The Sahira Hotel, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kamis (1/2/2024).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 70 Peserta yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor, Perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Bogor, Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor, Perwakilan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bogor, Kader Penyuluh Wawasan Kebangsaan (KPWK) Kota Bogor, Perwakilan Penyandang Disabilitas di Kota Bogor, Perwakilan Mahasiswa dari Universitas Negeri dan Swasta di Kota Bogor.
Dalam laporannya, Kasubdit Pembauran dan Sejarah Kebangsaan, Direktorat Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan, Midoertana B.R. Sembiring menyampaikan bahwa kegiatan yang diadakan bertujuan untuk mengajak Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan elemen masyarakat untuk saling meningkatkan sinergitas dalam penguatan pembinaan ideologi, karakter, dan wawasan kebangsaan.
“Kegiatan ini adalah memperkuat nilai sejarah kebangsaan sebagai langkah mendukung terlaksananya Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 dengan damai dan harmonis di seluruh wilayah Indonesia. Dengan fokus pada penguatan nilai sejarah kebangsaan, diharapkan partisipasi yang aktif dari semua pihak dapat menciptakan suasana yang kondusif untuk penyelenggaraan proses demokrasi tersebut”. ujar Midoertana.
Selanjutnya dalam kesempatan tersebut Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan, Ditjen Politik dan PUM Kemendagri, Drajat Wisnu Setyawan menjelaskan, betapa pentingnya pemahaman dan penghargaan terhadap sejarah kebangsaan sebagai landasan identitas bangsa Indonesia. Sejarah dianggap sebagai guru yang memberikan pelajaran berharga, baik dari kejayaan maupun kekalahan, untuk membentuk sikap bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Drajat juga menerangkan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, sejarah kebangsaan memiliki peran sentral dalam membentuk pola perilaku dan sikap masyarakat, sehingga pemahaman yang tepat terhadap sejarah kebangsaan menjadi krusial untuk mewujudkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
“Dengan fokus pada Pemilu dan Pilkada Serentak tahun 2024, potensi dinamika politik dan ancaman identitas yang dapat mengakibatkan segregasi sosial, menekankan perlunya kesadaran kolektif untuk menghadapi tantangan tersebut. Forum Penguatan Nilai Sejarah Kebangsaan yang diinisiasi oleh Kemendagri bersama Pemerintah Daerah diharapkan dapat menjadi langkah konkrit untuk menciptakan suasana pesta demokrasi yang aman, damai, dan harmonis di seluruh Indonesia”. tandasnya.
Lebih lanjut, Drajat Wisnu Setyawan menggarisbawahi urgensi pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah lokal di daerah masing-masing. Peningkatan kesadaran ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman terhadap perjuangan tokoh-tokoh sejarah lokal, tetapi juga memperkuat tekad untuk mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai hasil dari pengorbanan para pejuang.
“Dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024, pemahaman yang mendalam terhadap sejarah kebangsaan menjadi pijakan kuat bagi masyarakat Indonesia”. kata Drajat.
“Forum ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menciptakan kesadaran sejarah sebagai fondasi untuk merayakan demokrasi dengan damai dan harmonis, menghindarkan diri dari potensi perpecahan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah dinamika politik yang kompleks”. Tutup Drajat.
Sebagai informasi kegiatan tersebut diisi oleh beberapa Narasumber yang sangat ahli dibidangnya, serta di pandu oleh Moderator, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kota Bogor, R. Ronny Kunaefi. Para Narasumber diantaranya adalah; Kepala Badan Kesbangpol Kota Bogor, Adi Novan, dengan tema paparan “Sinergitas Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan Stakeholder terkait dalam Penguatan Sejarah Kebangsaan untuk Mendukung Sukses Pemilu dan Pilkada Serentak 2024”. Kasdim 0606 Kota Bogor, Letkol. Kav. Makhdum Habiburrahman, dengan tema paparan “Urgensi Nilai Sejarah Kebangsaan dalam Upaya Penguatan Kesadaran Bela Negara dalam Mendukung Sukses Pemilu dan Pilkada Serentak 2024”. Sekretaris Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bogor, M. Taufik Nurrochim, dengan tema paparan, “Pemilu Inklusif sebagai Upaya Meningkatkan Rasa Nasionalisme Masyarakat untuk Menciptakan Demokrasi Berkelanjutan”.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Kota Bogor, Asep Kusnadi, dengan tema paparan “Penguatan Nilai Sejarah sebagai Pangkal Penguatan Identitas Kebangsaan dalam Rangka Menciptakan Kondusifitas Masyarakat di Era Pemilu dtan Pilkada Serentak Tahun 2024”.