Profesor Suparman Usman luncurkan Buku Autobiografi


SERANG, (KB).- Profesor Suparman Usman resmi meluncurkan buku autobiografi diumurnya yang sudah menginjak usia 77 tahun. Peluncuran buku yang dibuat langsung oleh mantan Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten ini, digelar dalam sebuah acara di salah satu hotel di Kota Serang, Ahad (16/12/2018).

Dalam sambutannya, Profesor Suparman Usman mengatakan, buku tersebut dibuat sebagai rekam jejak perjalanannya selama meniti karier hingga ke dunia perguruan tinggi. Ia berharap, buku tersebut bisa berguna bagi siapapun yang membacanya, terutama untuk para generasi bangsa yang ia sebut sebagai anak cucu generasi berikutnya.

“Buku ini merupakan rekaman 77 tahun mengabdi di berbagai kegiatan, baik sebagai ASN maupun anggota organisasi sosial keagamaan. Buku ini bisa menjadi bahan informasi kepada anak cucu dan generasi penerus. Jejak kami yang baik, perlu diteruskan dan disempurnakan. Tapi kalau yang tidak, jangan diikuti dan harus dikoreksi generasi penerus berikutnya,” ucap Profesor Suparman Usman.

Di dalam buku ini, Profesor Suparman juga mendokumentasikan 83 figur yang tercantum dalam bagian kesan-kesan tentang perjalanan hidupnya. Puluhan tokoh yang mayoritas merupakan koleganya itu, diminta oleh Profesor Suparman agar memberikan kritik terhadapnya selama menjalani proses kehidupan.

“Jadi, pada akhir kuliah saya sodorkan kertas kosong. Anda tulis apa yang anda berikan sebagai kritik. Kalau pujian, abaikan dan kertas itu jangan diberi nama. Dalam catatan kesan-kesan itu, banyak kritikan yang saya terima. Yang tahu kesalahan kita itu kan orang lain, kadang kita tahunya benar aja. Begitulah orang memberikan kritik kepada saya. Karena dengan kritik kita bisa bangkit dan berkembang,” ucap Profesor Suparman menceritakan kisah pembuatan buku tersebut di hadapan para figur yang ia dokumentasikan.

Saat ini, pria yang telah pensiun sebagai guru besar tersebut berharap agar buku yang ia tulis bisa bermanfaat untuk masyarakat luas. Termasuk, mengambil sisi positif dalam perjalanannya mengabdi di dunia akademisi selama lebih dari 50 tahun.

“Saya punya prinsip barang siapa dapat menggembirakan orang lain, maka kegembiraan akan memanggul kepada diri kita. Sama dalam prinsip Islam, mensyukuri nikmat maka akan kembali pada dirinya. Begitu juga buku ini, mudah-mudahan bisa menjadi diteruskan oleh generasi berikutnya,” tutur Profesor Suparman. (Sumber Kabar Banten)*

Ketua Badan


Jadwal Solat


Twitter


Facebook


Link Terkait


Tentang Kami


Peta


Statistik Kunjungan


Kritik dan Saran